Resmikan Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur, Mendikdasmen Sebut Jaringan Kesehatan Gerakan Dakwah Muhammadiyah Mendunia

WartaParahyangan.com

CIANJUR – Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meresmikan Klinik Pratama Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Cianjur yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Dalam peresmian klinik yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Kompleks Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur pada Sabtu (31/1/2026) itu hadir Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian bersama Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, dan Ketua PD Muhammadiyah Cianjur Saepul Ulum.

Pada kesempatan itu, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, menyebut jaringan kesehatan gerakan dakwah Muhammadiyah telah mendunia. Juga amal usaha Muhammadiyah diusianya yang ke-113 tahun ini telah berkembang pesat.

“Kurang lebih 113 tahun lalu, Muhammadiyah hanya perkumpulan kecil di Kauman, Yogyakarta. Sekarang sudah berkembang hingga internasional dengan 31 kantor di luar negeri, di mana lima di antaranya (Amerika, Australia, Jepang, Mesir, Malaysia) telah diakui pemerintah setempat,” jelas Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur ini merupakan klinik ke-19 di Jawa Barat. Secara nasional, Muhammadiyah kini mengelolanya dengan total 500 unit layanan kesehatan, yang terdiri dari 300 klinik dan 128 rumah sakit.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Sarampad dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan gedung yang merupakan sumbangan dari para donatur bisa bermanfaat lebih luas bagi masyarakat Cianjur untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang bermutu,” ujarnya.

Ketua PD Muhammadiyah Cianjur, Saepul Ulum, mengungkapkan bahwa klinik tersebut dibangun atas inisiatif bersama PD Muhammadiyah Cianjur yang berkolaborasi dengan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Awalnya, sebagai respons cepat pemulihan setelah gempa Cianjur pada 2022.

“Alhamdulillah, klinik ini 99 persen setelah berdiri sudah siap beroperasi,” ujar Saepul Ulum seraya berharap surat izin operasional dapat segera diproses di pemerintah daerah.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur, dokter Hani Zahia Suarsa. Ia menjelaskan, ide pembangunan lahir karena minimnya layanan kesehatan di kawasan yang juga merupakan lokasi rawan bencana tersebut.

“Berawal dari bencana gempa bumi 2022, kami melihat ada kebutuhan mendesak yaitu layanan kesehatan. Harapan kami, klinik ini diterima masyarakat Cianjur dan sesuai mimpi kami, dalam lima tahun ke depan bisa berkembang menjadi Rumah Sakit Tipe D,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, saya mengucapkan selamat Milad ke-113 Muhammadiyah. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri, Prof. Abdul Mu’ti, yang telah hadir langsung di Kabupaten Cianjur. Insya Allah ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujar dr. Wahyu.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di Kabupaten Cianjur menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Cianjur.

Bupati juga menyebut peran Muhammadiyah yang selama ini konsisten berkontribusi dalam pengembangan pendidikan serta peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk melalui peresmian Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur.

Pagi Ceria

Sebelumnya, di pagi hari, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengikuti kegiatan Pagi Ceria yang digelar di SD Islam Kreatif Muhammadiyah Cianjur, yang juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.

Menurut Mendikdasmen, program Pagi Ceria telah dilaksanakan sejak Desember 2024. Program ini mengacu pada edaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Agama, yang menganjurkan pelaksanaannya di sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pelaksanaannya bersifat fleksibel, dapat dilakukan setiap hari, dua kali sepekan, atau sekali sepekan. Tujuannya adalah membiasakan anak-anak menjalani pola hidup sehat sejak dini.

Kepada para siswa, Mendikdasmen menyampaikan empat pesan utama. Pertama, pentingnya memiliki cita-cita dan harapan sebagai bekal menatap masa depan. “Jadilah anak-anak yang memiliki cita-cita. Jadilah anak-anak yang memiliki harapan terhadap masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa cita-cita harus disertai sikap optimistis dan kerja nyata. Menurutnya, ciri orang beriman adalah memiliki keyakinan bahwa masa depan akan lebih baik daripada masa lalu dan masa kini, serta terus berusaha untuk mewujudkannya.

Pesan kedua berkaitan dengan kepercayaan diri dan ketekunan dalam mengasah bakat. Mendikdasmen menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. “Jadilah anak-anak yang percaya diri, karena kalian semua memiliki bakat dan kemampuan, meskipun bakatnya berbeda-beda. Tekunilah bakat kalian,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keunggulan tidak selalu berada pada aspek akademik. Ada anak yang unggul di bidang olahraga, seni, maupun keterampilan lainnya. Dalam konteks identitas sekolah, ia menekankan bahwa kreativitas menjadi modal penting di masa depan.

“Sekolah ini dinamai sekolah kreatif, karena di masa depan orang-orang yang mampu bertahan adalah mereka yang kreatif,” ujar Abdul Mu’ti.

Pesan ketiga menekankan pentingnya kesabaran dalam meraih cita-cita. Menurut Abdul Mu’ti, tidak ada keberhasilan yang dapat diraih secara instan. Proses, termasuk kegagalan, merupakan bagian dari pembelajaran yang membentuk ketangguhan.

“Apa yang kita inginkan tidak bisa diraih dalam waktu singkat. Kegagalan adalah bagian dari proses yang menjadikan kita manusia yang tahan uji dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Pesan keempat adalah pentingnya doa restu orang tua serta penghormatan kepada guru. Mendikdasmen mengingatkan para siswa untuk senantiasa meminta doa orang tua dan menghormati guru-guru yang telah membimbing mereka. “Mintalah doa restu orang tua dan hormati mereka. Hormati guru-guru kalian, karena doa bapak dan ibu guru adalah doa yang mengantarkan kesuksesan,” tegas Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen berharap, dengan pembiasaan melalui kegiatan Pagi Ceria serta penerapan empat pesan tersebut akan terbentuk generasi unggul. “Jika empat pesan tadi diterapkan, insyaAllah kalian akan menjadi Anak Indonesia Hebat,” katanya.

Asep R. Rasyid

Leave a Reply