WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Pacira, Senin (2/2/2026). Rumah sakit ini berlokasi di Jalan Cadas Cibodas, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Pengoperasian RSUD Bedas Pacira menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan. Melalui rumah sakit ini, pemerintah berupaya mendekatkan layanan medis kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira).
Sebagai langkah awal, manajemen RSUD Bedas Pacira menggelar pelayanan kesehatan gratis selama dua minggu. Program ini berlangsung mulai 2-14 Februari 2026. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan tanpa biaya.
Direktur RSUD Bedas Pacira, dr. Reymond Pangihutan Sirait, M.KP., M.M.RS., menyampaikan rasa syukur atas dimulainya operasional rumah sakit tersebut. Ia menegaskan bahwa RSUD Bedas Pacira hadir untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Pacira.

Ia menegas ku ab bahwa RSUD Bedas Pacira berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas. Karena itu, pihaknya menggratiskan layanan kesehatan selama 14 hari ke depan. Program tersebut menyasar masyarakat di Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, serta warga Kabupaten Bandung secara umum.
“Kami ingin masyarakat mengenal layanan RSUD Bedas Pacira. Kami juga ingin membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Selain layanan gratis, RSUD Bedas Pacira juga menargetkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurut dr. Reymond, kerja sama tersebut akan memperluas jangkauan pelayanan bagi seluruh warga Kabupaten Bandung.
“Kami berharap proses kerja sama BPJS Kesehatan dapat segera berjalan. Dengan begitu, layanan kami dapat diakses lebih luas,” ujarnya.

RSUD Bedas Pacira melayani rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat selama 24 jam. Rumah sakit ini memiliki Instalasi Gawat Darurat, ruang operasi kecil, serta ruang rawat inap. Selain itu, manajemen menyediakan sejumlah poliklinik untuk menunjang pelayanan medis.
Poliklinik yang tersedia meliputi poliklinik penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, bedah, anak, dan gigi. RSUD Bedas Pacira juga menyediakan layanan medical check-up. Selain itu, rumah sakit ini melaksanakan program cek kesehatan gratis sesuai arahan Bupati Bandung.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Bedas Pacira didukung 79 tenaga kerja. Jumlah tersebut terdiri atas 20 Aparatur Sipil Negara, 45 pegawai BLUD, dan 14 tenaga outsourcing. Untuk pelayanan spesialis, rumah sakit ini memiliki tujuh dokter spesialis.
Dokter spesialis tersebut meliputi spesialis penyakit dalam, anak, bedah, kebidanan dan kandungan, patologi klinik, anestesi, dan radiologi. Dengan dukungan tersebut, manajemen menargetkan pelayanan medis yang cepat dan profesional.
Camat Pasirjambu, Nia Kania, S.Pt., M.I.L., mengapresiasi pembangunan RSUD Bedas Pacira. Menurutnya, keberadaan rumah sakit ini memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung. Kehadiran RSUD ini memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujar Nia seraya berharap pemerintah daerah terus melengkapi fasilitas dan peralatan medis, sehingga pelayanan rumah sakit dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ciwidey, Panpan Risvan, menyebut operasional RSUD Bedas Pacira sebagai momentum penting. Ia menilai rumah sakit ini menjadi bukti nyata peningkatan pelayanan publik.
“Mulai hari ini, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis. Informasi ini kami sampaikan melalui desa dan media,” katanya.
Ia juga menilai fasilitas RSUD Bedas Pacira memiliki standar yang baik. Menurutnya, kapasitas dan sarana medis rumah sakit ini cukup memadai.
Lily Setiadarma











