WartaParahyangan.com
SUKABUMI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat melalui Samsat Kota Sukabumi kembali menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) pada hari ketiga yang dipusatkan di Jalan KH Ahmad Sanusi atau kawasan Taman Nobar, Kota Sukabumi, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor sekaligus menciptakan ketertiban administrasi dan keselamatan berlalu lintas.
Sebelumnya, Opsgab hari pertama dilaksanakan di Jalan RA Kosasih, kawasan Ciaul, sedangkan hari kedua digelar di Jalan Otista, tepatnya di depan Happy Puppy.
Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD/Samsat) Kota Sukabumi, H. Iwan Juanda menjelaskan, pelaksanaan Opsgab periode Mei 2026 ini sejatinya merupakan agenda April yang mengalami penyesuaian jadwal karena bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri.
Iwan mengatakan, pelaksanaan hari ketiga di kawasan Taman Nobar diharapkan mampu meningkatkan capaian pembayaran pajak kendaraan bermotor di tempat. “Mudah-mudahan lebih baik dari sisi pendapatan nominal pajak yang bayar di tempat,” katanya.
Menurut Iwan, setiap hari petugas menghentikan sekitar 300-500 kendaraan roda dua dan roda empat untuk dilakukan pemeriksaan administrasi kendaraan.
“Untuk pemeriksaan dan yang diberikan surat pernyataan mungkin lebih dari 50 kendaraan setiap hari. Mereka diberikan surat peringatan dan pernyataan kapan akan membayar pajak, serta disarankan segera memenuhi kewajibannya,” jelasnya.

Iwan menegaskan, hasil pembayaran pajak kendaraan bermotor nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Barat, hasil pajak kendaraan hampir 100 persen dikembalikan lagi kepada fasilitas jalan raya, jembatan dan lainnya. Itu merupakan manifestasi dari hasil pajak kendaraan,” katanya.
Ia juga menyebutkan, Samsat Kota Sukabumi mencatat pembayaran pajak di tempat pada hari pertama sekitar Rp22 juta, dan hari kedua sekitar Rp52 juta. “Mudah-mudahan di hari ketiga ini ada peningkatan lagi, sehingga selama tiga hari Opsgab kita mendapat pemasukan pajak lebih dari Rp100 juta,” kata Iwan.
Meski demikian, Iwan mengakui capaian penerimaan pajak kendaraan bermotor secara umum di Jawa Barat masih belum sesuai target. Hingga Mei 2026, realisasi penerimaan baru berada di kisaran 30 persen, padahal target semester pertama diharapkan sudah mencapai 50 persen pada akhir Juni.
“Ini bukan hanya di Sukabumi, tapi hampir di seluruh 34 Samsat di Jawa Barat. Namun Sukabumi masih berada di papan tengah atas, kemarin peringkat ke-11 dan sempat masuk 10 besar,” jelasnya.
Iwan juga mengimbau masyarakat untuk taat membayar pajak karena manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat secara luas.
“Bayarlah kewajiban pajak karena hasilnya akan kembali lagi kepada masyarakat, baik untuk sarana jalan, kesehatan maupun pendidikan. Pajakmu untuk Jawa Baratmu dan Sukabumimu,” katanya.
Jenal

















