WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Tiga organisasi perhimpunan lembaga kursus dan pelatihan melantik masing-masing kepengurusan baru di Gedung Juang, Kota Sukabumi, Senin (27/4/2026).
Ke 3 organisasi tersebut yakni Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HILSI), Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI), dan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) tingkat kota.
Ketua pelaksana pelantikan, Hendra Bachtiar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari ketiga organisasi mitra pemerintah tersebut.
“Tiga lembaga itu berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Hendra, keberadaan lembaga kursus dan pelatihan memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dalam waktu relatif singkat, serta menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Ia menilai, sejauh ini organisasi mitra pemerintah tersebut telah berkontribusi dalam menyediakan SDM berkualitas, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

“Beberapa lembaga kursus dan pelatihan fokus pada penempatan tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Australia, dan negara lainnya. Sementara untuk dalam negeri juga cukup banyak,” katanya.
Terkait kemitraan dengan Pemerintah Kota Sukabumi, Hendra menjelaskan bahwa masing-masing organisasi memiliki fokus kerja yang berbeda. HILSI bermitra dengan Dinas Tenaga Kerja, sedangkan HIPKI dan FPLKP lebih banyak bersinergi dengan Dinas Pendidikan.
Ia menambahkan bahwa program pelatihan tersebut sejalan dengan misi pemerintah, termasuk target penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri. “Ini sangat sinergis dengan program pemerintah, salah satunya target 3.500 CPMI yang akan diberangkatkan ke luar negeri,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan sekitar 500 peserta dapat diberangkatkan ke Jepang, yang saat ini menjadi negara tujuan paling diminati.
Dari sisi pendanaan, Hendra menyebut adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui program Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI). Program ini memberikan kemudahan pembiayaan bagi calon pekerja migran tanpa jaminan.
“Program KUR PMI ini sangat membantu, karena peserta bisa mendapatkan pembiayaan tanpa agunan. Pembayaran bisa dilakukan setelah mereka bekerja di luar negeri,” katanya.
Jenal

















