WartaParahyangan.com
CIANJUR – Pada pertengahan ini kolam labuh di Kawasan Pelabuhan Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan, akan diperluas, sehingga dapat menambatkan lebih dari 1.000 perahu nelayan dengan aman.
“Alhamdulillah, keinginan kita bersama untuk memiliki kolam labuh yang lebih luas, akan segera terwujud. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada pertengahan tahun ini akan membangun Kawasan Pelabuhan Jayanti, salah satunya perluasan kolam labuh,” ujar Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di hadapan para nelayan Jayanti saat meninjau lokasi kolam labuh yang akan diperluas, Senin pekan lalu.
Peninjauan tersebut dilakukan Bupati Cianjur bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar Rinny Cempaka dan sejumlah pejabat terkait dari Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur setelah mengikuti sosialisasi rencana pembangunan Kawasan Pelabuhan Jayanti di aula Kantor Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti.
Selama ini memang ratusan nelayan Jayanti mengeluhkan kondisi kolam labuh yang ada, karena kapasitasnya terbatas. Paling banyak sekitar 250 perahu yang tertampung, sementara jumlah perahu nelayan Jayanti sekitar 1.250 perahu.
Akibatnya sebagian besar perahu nelayan berlabuh di luar kolam labuh. Hal ini sangat rawan, karena bila ada gelombang laut yang tinggi, perahu nelayan dapat terbalik bahkan rusak.
“Hampir setiap tahun, disaat musim pancaroba, banyak perahu nelayan yang terbalik dan rusak akibat gelombang tinggi. Insya Allah hal itu nanti tidak terjadi lagi, karena kolam labuh akan diperluas hingga sepuluh kali lipat, sehingga dapat menampung semua perahu nelayan,” kata dr. Wahyu.

Perkuat Sektor Perikanan
Bupati berharap proses perluasan kolam labuh Kawasan Pelabuhan Jayanti dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sektor kelautan melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan masyarakat setempat. Diharapkan kehadiran Kawasan Pelabuhan Jayanti dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat sektor perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Cianjur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan DKP Jabar atas rencana perluasan kawasan Pelabuhan Jayanti.
Ia juga berpesan kepada para nelayan setempat agar menjaga fasilitas yang akan dibangun pemerintah tersebut. “Mari kita jaga kebersihan pelabuhan ini, kita rawat fasilitas yang telah dibangun agar bermanfaat dalam waktu yang lama,” ajak Bupati Cianjur.
Kepala DKP Jabar Rinny Cempaka, saat menyampaikan rencana pembangunan Kawasan Pelabuhan Jayanti kepada para nelayan, menjelaskan bahwa Kabupaten Cianjur dipilih sebagai lokasi pembangunan kawasan pelabuhan karena memiliki potensi besar di sektor perikanan.
Potensi tersebut, kata Rinny, sangat strategis untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir Cianjur selatan.

Puluhan Perahu Rusak
Sementara itu, Camat Cidaun Gagan Rusganda, ketika dimintai penjelasannya melalui jejaring WhatsApp, mengungkapkan saat ini tercatat ada 1.250 perahu nelayan yang melaut melalui Pelabuhan Jayanti. Sedangkan jumlah nelayannya itu sendiri tercatat 3.150 orang.
Gagan juga mengakui, ketika cuaca ekstrim, banyak perahu nelayan terbalik dan rusak. Misalnya pada Maret 2024, sebanyak 31 perahu nelayan rusak berat akibat badai laut. Kemudian pada akhir Juli 2025, sebanyak 61 perahu rusak dan hilang terbawa gelombang besar. Juga September 2025, sebanyak 25 perahu nelayan rusak.
Hal itu antara lain karena tidak semua perahu nelayan bisa masuk ke kolam labuh, sehingga perahu yang berlabuh di luar kolam labuh, rawan terkena badai laut disaat cuaca ekstrim.
“Daya tampung kolam labuh saat ini sekitar 250 perahu. Kalau nanti sudah diperluas diprediksi dapat menampung 1.500 perahu. Jadi kalau cuaca ekstrim, semua perahu nelayan bisa berlabuh di tempat yang aman,” ujar Gagan.
Ia juga berharap, pengembangan kawasan Pelabuhan Jayanti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat baik di sektor perikanan tangkapan nelayan maupun sektor lainnya seperti UMKM dan pariwisata.
Asep R. Rasyid

















