WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar rapat koordinasi lintas sektor, Selasa (17/3/2026), untuk menangani ambruknya kios di Pasar Soreang, serta memastikan keselamatan masyarakat dan perlindungan bagi para pedagang terdampak.
Sebagai langkah awal, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) agar segera melakukan asesmen teknis terhadap kondisi bangunan pasar secara menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kelayakan struktur serta mencegah potensi kejadian serupa di area lain.
Pemkab Bandung juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan, termasuk melalui pengujian material dan pelibatan ahli konstruksi. Untuk menjamin keselamatan, kios terdampak untuk sementara ditutup hingga proses pemeriksaan selesai.
Bupati menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan meminta pihak pengelola, yaitu PT Bangun Bina Persada (BBP) bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Pengelola wajib bertanggung jawab terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, baik kepada korban maupun para pedagang. Kompensasi harus diberikan selama masa pemulihan karena kios tersebut merupakan sumber penghasilan mereka,” tegas Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS juga meminta agar pengelola segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan serta menyusun desain ulang dengan standar keselamatan yang lebih ketat. Seluruh bangunan ke depan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melalui asesmen DPUTR.
“Pertama, korban meninggal dunia harus ditangani secara layak. Kedua, pengelola wajib bertanggung jawab terhadap korban luka. Ketiga, pedagang yang kiosnya ambruk harus diberikan kompensasi selama masa pemulihan karena itu merupakan sumber penghasilan mereka,” ujar Kang DS.
Seperti diketahui, peristiwa ambruknya bagian atap (kanopi) kios di Pasar Soreang itu terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Blok III area penggilingan tepung. Sebanyak 14 kios terdampak dalam kejadian tersebut.
Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Ade Supriatna, serta tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, reruntuhan juga menimpa sejumlah kendaraan di sekitar lokasi.
Lily Setiadarma











